Menunggu balasan HRD setelah mengirim lamaran memang bikin resah, apalagi kalau sudah lewat beberapa hari tanpa kabar. Follow up yang dilakukan dengan cara tepat bisa meningkatkan peluang lamaran dilirik kembali, tapi kalau caranya salah justru berisiko memberi kesan kurang baik. Berikut panduan follow up lamaran kerja yang sopan dan efektif untuk konteks Denpasar.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Follow Up
Waktu yang tepat untuk follow up biasanya setelah beberapa hari kerja sejak lamaran dikirim, atau sesuai jangka waktu yang disebutkan di info lowongan jika ada. Follow up terlalu cepat, misalnya sehari setelah mengirim lamaran, berisiko terkesan tidak sabar, sementara menunggu terlalu lama juga bisa membuat lamaran terlupakan di antara banyaknya kandidat lain.
Cara Menyusun Pesan Follow Up yang Sopan
Pesan follow up yang baik singkat, jelas, dan menyertakan kembali informasi penting seperti nama, posisi yang dilamar, dan tanggal pengiriman lamaran sebelumnya. Contoh susunan pesan follow up:
- Salam pembuka yang sopan
- Perkenalan singkat kembali (nama dan posisi yang dilamar)
- Menyebutkan tanggal pengiriman lamaran sebelumnya sebagai pengingat
- Menanyakan perkembangan proses seleksi dengan bahasa yang halus
- Penutup yang mengucapkan terima kasih atas waktu HRD
Hindari menggunakan nada menuntut seperti "kenapa belum dibalas" karena bisa memberi kesan kurang profesional meski maksudnya hanya menanyakan kepastian.
Media yang Tepat untuk Follow Up
Gunakan media komunikasi yang sama dengan saat mengirim lamaran pertama kali, misalnya follow up lewat email jika lamaran dikirim via email, atau lewat WhatsApp jika lamaran memang dikirim lewat WA. Menggunakan media berbeda dari kontak awal berisiko membuat pesan follow up tidak sampai ke pihak yang tepat atau terkesan kurang terorganisir.
Follow Up Lewat Telepon, Perlu Hati-Hati
Follow up lewat telepon sebaiknya hanya dilakukan jika nomor kontak HRD memang tersedia untuk komunikasi langsung, dan tetap gunakan bahasa formal serta waktu yang tepat, yakni jam kerja normal, agar tidak mengganggu.
Berapa Kali Follow Up yang Wajar Dilakukan
Follow up sebaiknya dilakukan maksimal satu sampai dua kali dengan jeda waktu yang cukup, karena follow up berulang kali dalam waktu singkat berisiko terkesan memaksa dan justru bisa menurunkan kesan positif terhadap kandidat. Jika setelah follow up kedua tetap tidak ada respons dalam waktu wajar, sebaiknya alihkan fokus ke peluang lowongan lain sambil tetap terbuka jika sewaktu-waktu ada kabar.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Tetap Tidak Ada Balasan
Jika lamaran tetap tidak mendapat balasan meski sudah follow up, anggap ini sebagai bagian normal dari proses mencari kerja dan lanjutkan melamar ke lowongan lain yang sesuai kualifikasi. Ketiadaan balasan tidak selalu berarti kualifikasi kandidat kurang baik, bisa jadi karena volume lamaran yang tinggi atau posisi sudah terisi lebih dulu tanpa sempat diinformasikan ke semua pelamar.
Contoh Template Pesan Follow Up
Berikut contoh template follow up yang bisa disesuaikan: "Selamat pagi/siang Bapak/Ibu, saya [Nama] yang mengirimkan lamaran untuk posisi [Posisi] pada tanggal [tanggal kirim]. Saya ingin menanyakan perkembangan proses seleksi untuk posisi tersebut. Terima kasih atas waktu dan perhatiannya." Sesuaikan detail sesuai kondisi masing-masing agar tetap terasa personal.
Perbedaan Follow Up untuk Berbagai Tahap Proses Rekrutmen
Cara follow up sebaiknya disesuaikan dengan tahap seleksi yang sedang berjalan, karena situasi setelah mengirim lamaran berbeda dengan setelah interview atau tes. Beberapa contoh penyesuaian:
- Setelah mengirim lamaran, sebelum ada undangan interview: follow up berfokus menanyakan apakah lamaran sudah diterima dan diproses, dengan nada yang lebih ringan karena memang belum ada kepastian komunikasi sebelumnya.
- Setelah interview, menunggu hasil: follow up bisa menyebutkan kembali kesan positif terhadap perusahaan dan menanyakan estimasi waktu pengumuman, karena sudah ada kontak langsung sebelumnya sehingga nada pesan bisa sedikit lebih personal.
- Setelah tes tertulis atau tes keterampilan: follow up sebaiknya menunggu jangka waktu yang biasanya diinformasikan panitia tes, dan jika belum ada informasi waktu, beri jeda lebih panjang dibanding follow up lamaran biasa karena proses penilaian tes sering butuh waktu lebih lama.
Tanda-Tanda Lamaran Kemungkinan Besar Tidak Dilanjutkan
Meski tidak selalu pasti, ada beberapa tanda yang bisa jadi indikasi lamaran kemungkinan tidak dilanjutkan, sehingga pelamar bisa lebih realistis mengatur ekspektasi. Beberapa tanda tersebut antara lain lowongan yang sama muncul kembali di platform lowongan setelah beberapa minggu, posisi yang dilamar sudah tidak tercantum lagi di halaman karir perusahaan, atau follow up kedua tetap tidak direspons sama sekali dalam waktu yang cukup lama. Meski begitu, tanda-tanda ini bukan jaminan mutlak, karena beberapa perusahaan memang lambat merespons meski proses seleksi masih berjalan, terutama usaha kecil-menengah yang tidak punya staf HRD khusus.
Mengelola Banyak Lamaran Sekaligus agar Follow Up Tidak Tertukar
Bagi pelamar yang mengirim lamaran ke banyak perusahaan sekaligus, mencatat detail setiap lamaran penting dilakukan agar follow up tidak salah sasaran atau tertukar informasi. Cara sederhana yang bisa dilakukan:
- Buat catatan sederhana berisi nama perusahaan, posisi yang dilamar, tanggal pengiriman, dan media yang dipakai (email/WhatsApp)
- Tandai lamaran yang sudah di-follow up dan tanggal follow up dilakukan, agar tidak follow up berulang dalam waktu berdekatan
- Simpan salinan pesan lamaran awal untuk memudahkan menyusun pesan follow up yang konsisten dengan informasi sebelumnya
Pencatatan sederhana ini membantu menjaga kesan profesional, terutama jika suatu saat harus follow up beberapa perusahaan dalam waktu berdekatan.
Sambil menunggu balasan, tidak ada salahnya terus mengeksplorasi lowongan lain yang sesuai di lokerdenpasar.id agar peluang diterima kerja lebih besar.
FAQ Seputar Follow Up Lamaran Kerja yang Belum Dibalas HRD
Berapa lama sebaiknya menunggu sebelum follow up lamaran kerja?
Umumnya beberapa hari kerja setelah pengiriman lamaran, atau mengikuti jangka waktu yang disebutkan di info lowongan jika tersedia.
Apakah follow up bisa membuat HRD merasa terganggu?
Bisa, jika dilakukan terlalu sering atau dengan nada mendesak, jadi pastikan follow up dilakukan secukupnya dengan bahasa yang sopan.
Apakah tidak ada balasan berarti lamaran ditolak?
Tidak selalu, ketiadaan balasan bisa disebabkan berbagai faktor seperti volume lamaran tinggi, jadi tetap lanjutkan melamar ke peluang lain sambil menunggu.